*Untuk mode Manual (Kuning), klik teks pada dokumen untuk mengedit sebelum di-print.
| A. Spesifikasi | |
|---|---|
| Satuan Pendidikan | MAN 5 Banjar |
| Mata Pelajaran | Matematika Tingkat Lanjut |
| Kelas / Fase | XI |
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | 5 JP x 45 Menit |
| Topik Pembelajaran | Bilangan Kompleks |
| B. Identifikasi | |
|---|---|
| Dimensi Profil Lulusan | Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi |
| Topik Panca Cinta | Cinta Ilmu |
| Materi Integrasi KBC | Bilangan kompleks adalah bilangan yang terdiri dari bagian real dan imajiner, dan dapat dinyatakan dalam bentuk a + bi, di mana a dan b adalah bilangan real serta i adalah unit imajiner. Menyukai ilmu pengetahuan, termasuk matematika, adalah bagian dari nilai Cinta Ilmu. Dalam Islam, Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.' (HR. Ibnu Majah). Hal ini menunjukkan bahwa mencintai ilmu, termasuk dalam memahami konsep bilangan kompleks, adalah bagian dari kewajiban kita sebagai umat Islam, yang mendorong kita untuk terus belajar dan berkembang dalam pengetahuan. |
| C. Desain Pembelajaran | |
|---|---|
| Tujuan Pembelajaran | Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat:
|
| Model & Metode |
Model: Problem Based Learning (PBL)
|
| D. Pengalaman Belajar | |
|---|---|
| Kegiatan Awal | Guru memulai dengan mengajukan pertanyaan pemantik:
|
| Kegiatan Inti |
1. Memahami
Fase 1: Mengidentifikasi Masalah
Siswa dibagi dalam kelompok kecil dan diberikan skenario nyata di mana bilangan kompleks digunakan, misalnya dalam teknik listrik. Setiap kelompok diminta untuk mendiskusikan dan mencatat masalah yang muncul terkait penggunaan bilangan kompleks.
Fase 2: Mengumpulkan Informasi
Kelompok melakukan riset mengenai bilangan kompleks, termasuk definisi, bentuk, dan aplikasinya. Siswa mencari referensi dari buku atau sumber online, dan mencatat informasi yang relevan untuk menyelesaikan masalah yang telah diidentifikasi.
2. Mengaplikasikan
Fase 4: Mempresentasikan Solusi
Setiap kelompok mempresentasikan hasil penelitian dan solusi yang mereka kembangkan kepada kelas. Diskusi terbuka dilakukan untuk memberikan umpan balik dan saran dari kelompok lain.
3. Merefleksi
Fase 3: Menganalisis dan Mengembangkan Solusi
Setiap kelompok menganalisis informasi yang telah mereka kumpulkan dan mulai merumuskan solusi untuk masalah yang dihadapi. Mereka diminta untuk membuat diagram atau model yang menunjukkan bagaimana bilangan kompleks dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Fase 5: Refleksi
Siswa diminta untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari tentang bilangan kompleks dan bagaimana proses pembelajaran ini meningkatkan rasa cinta mereka terhadap ilmu pengetahuan.
|
| Kegiatan Penutup | Guru menekankan kembali pentingnya bilangan kompleks dan bagaimana hal itu berhubungan dengan berbagai aspek kehidupan. Siswa diajak untuk berbagi pendapat tentang bagaimana mereka dapat menerapkan pengetahuan ini di luar kelas. |
| E. Asesmen Pembelajaran | |
|---|---|
| Asesmen Proses | Penilaian dilakukan selama kegiatan kelompok dengan mengamati partisipasi, kolaborasi, dan pemahaman siswa terhadap materi. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki pemahaman siswa. |
| Asesmen Akhir | Siswa diharuskan untuk menyelesaikan soal-soal terkait bilangan kompleks secara individu sebagai penilaian akhir. Selain itu, mereka diminta untuk menulis refleksi pribadi tentang pengalaman belajar dan bagaimana mereka dapat menerapkan nilai Cinta Ilmu dalam kehidupan sehari-hari. |
Mengetahui,
Kepala Madrasah
ARBAIN, S.Ag., M.Pd.I
NIP. 197411152007101001
Banjar, 28 July 2026
Guru Mata Pelajaran
Andi Anugerah. S.Si
NIP. 199210102019031021